|
Cisco Networking Academy Program (CNAP) merupakan model belajar dengan konsep e-learning yang seluruh materinya dapat diperoleh melalui Web. Program ini juga dilengkapi dengan praktek langsung di lab dengan memanfaatkan perangkat networking dari Cisco Systems. Dengan memanfaatkan metode e-learning ada banyak kelebihan yang dapat ditawarkan oleh program ini. Secara umum, program ini menawarkan :
Program ini telah berjalan di seluruh dunia, dan diikuti oleh lebih dari 8000 sekolah di 140 negara di dunia, termasuk Indonesia. Data statistik mengenai program ini adalah dapat dilihat di :
Cisco Networking AcademyCisco Networking Academy Program telah berjalan di Indonesia sejak tahun 1999, dengan Universitas Bina Nusantara sebagai sekolah pertama yang bergabung dalam program ini. Pada tahun 2001, telah ditanda tangani kesepakatan dengan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan Nasional untuk menerapkan program ini di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang potensial di Indonesia. Melalui kerjasama ini, telah ada 11 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang bergabung dalam program ini. Untuk mendukung program ini, Cisco Networking Academy Program telah menjalankan beberapa inisiatif yang diharapkan dapat membantu dan memberikan keuntungan bagi para siswa.
Career Connection Online
Yaitu inisiatif yang membantu untuk mempertemukan para calon lulusan Cisco Networking Academy Program dan industri. Para siswa/lulusan dapat memperoleh informasi mengenai kesempatan kerja, tempat kerja praktek dan sebagainya yang ditawarkan oleh industri. Sebaliknya perusahaan yang terdaftar juga akan dapat memperoleh informasi mengenai siswa/lulusan terbaik yang dibutuhkan bagi perusahaannya.
Sponsored CurriculumDalam rangka meningkatkan kemampuan para siswa untuk bersaing di era internet, maka Cisco Networking Academy Program akan mulai menawarkan kurikulum lain sebagai pelengkap dari kurikulum networking yang sudah ada. Kurikulum tambahan tersebut berupa :
Keempat kurikulum tambahan tersebut disponsori oleh Sun Microsystems, Hawlett Packard dan Panduit. |
